Sabtu, 23 Oktober 2010

PENGENDALIAN INTERN DAN AKUNTANSI UNTUK KAS

sumber : Bpk Tavitri Rankuti 

BAB I
PENGENDALIAN INTERN DAN AKUTANSI UNTUK KAS


A.     PENGENDALIAN INTERN
Sistem pengendalian intern yang dirancang dengan baik akan dapat mendorong ditetapkannya kebijakan manajemen. Selain itu juga mendorong terciptanya efisiensi operasi :
1.      Melindungi aktiva perusahaan dari pemborosan
2.      Kecurangan
3.      Pencurian
4.      Menjamin terciptanya data akuntansi yang tepat dan bisa dipercaya.

Prosedur-prosedur pengendalian intern berbeda-beda antara perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lainnya dan bergantung pada beberapa factor seperti sifat operasi dan besarnya perusahaan.

Tujuh buah prinsip pengendalian intern yang pokok meliputi :
1.      Penetapan tanggung jawab secara jelas
2.      Penyelenggaraan pencatatan yang memadai
3.      Pengasuransian kekayaan dan karyawan perusahaan
4.      Pemisahan pencatatan dan penyimpanan aktiva
5.      Pemisahan tanggung jawab atas transaksi yang berkaitan
6.      Pemakaian peralatan mekanis (bila memungkinkan)
7.      Pelaksanaan pemeriksaan secara independen

B.     PENGENDALIAN INTERN TERHADAP KAS
Pengendalian intern yang baik terhadap kas memerlukan prosedur-prosedur yang memadai untuk melindungi penerimaan kas maupun pengeluaran kas. Dalam merancang prosedur-prosedur tersebut hendaknya diperhatikan tiga prinsip pokok pengendalian :
1.        Terdapat pemisahan tugas secara tepat, sehingga petugas yang bertanggungjawab menangani transaksi kas dan menyimpan kas tidak merangkap sebagai petugas pencatatan transaksi kas
2.        Semua penerimaan kas hendaknya disetorkan seluruhnya ke bank secara harian
3.        Semua pengeluaran kas hendaknya dilakukan dengan menggunakan cek; kecuali untuk pengeluaran yang kecil jumlahnya dimungkinkan untuk menggunakan uang tunai, yaitu melalui kas kecil

Prosedur-prosedur yang digunakan untuk mengawasi kas, bisa berbeda-beda antara perusahaan yang satu dengan perusahaan lainnya. Hal ini tergantung pada berbagai factor, seperti besarnya perusahaan, jumlah karyawan, sumber-sumber kas, dan sebagainya.

Penerimaan kas yang berasal dari hasil penjualan tunai sebaiknya dilakukan dengan melalui kas register pada saat transaksi penjualan terjadi. Pengawasan atas penerimaan kas yang berasal dari penjualan tunai dan penerimaan kas melalui kas, merupkan hal yang penting akan tetapi kecurangan atau penyelewengan biasanya jarang terjadi melalui transaksi penerimaan kas, melainkan melalui pengeluaran kas atau dengan menggunakan faktur fiktif (palsu). Oleh karena itu pengawasan atas pengeluarn kas sama pentingnya atau bahkan kadang-kadang lebih penting daripada penerimaan kas
Untuk mengawasi pengeluaran kas, maka semua pengeluaran kas harus dilakukan dengan menggunakan cek, kecuali untuk pengaturan yang jumlahnya kecil dapat dilakukan melalui kas kecil. Jika kewenangan unuk menandatangani cek didelegasikan kepada seorang pegawai yang ditunjuk, maka pegawai tersebut tidak diperkenankan untuk melakukan pencatatan transaksi kas. Hal ini untuk mencegah adanya kecurangan dalam pengeluaran kas yang tidak nampak dalam catatan

Laporan bank pada akhir bulan, bank biasanya mengirimkan laporan bank  bulanan kepada pemegang giro. Laporan tersebut berisi saldo awal dan saldo akhir bulan, serta daftar transaksi yang terjadi selama bulan yang bersangkutan. Transaksi tersebut meliputi penyetoran dan penarikan cek (pengambilan), serta penambahan dan pengurangan lain yang dilakukan bank atas rekening giro. Setoran didaftar menurut tanggal penyetorannya dan sedangkan cek didaftar menurut tanggal pembayarannya oleh bank

Rekonsiliasi bank apabila perusahaan membuka rekening giro di bank, maka perusahaan akan mempunyai dua catatan mengenai kas yang dimilikinya, yaitu : rekening kas yang terdapat dalam pembukuan perusahaan dan laporan bank yang diteriima perusahaan secara periodic dari bank. Saldo kas yang ditunjukkan dalam rekening kas biasanya jarang sama jumlahnya dengan saldo yang terdapat dalam laporan bank.

Beberapa penyebab perbedaan antara saldo menurut pembukuan perusahaan dengan laporan bank adalah sebagai berikut :

1.        Bank belum mencatat transaksi tertentu :
a.      Setoran dalam perjalanan, perusahaan telah mencatat setoran ke bank, tetapi bank belum mencatatnya
b.      Cek dalam perjalanan (cek masih beredar), cek yang ditarik dan telah dibukukan oleh perusahaan, tetapi bank belum mencatatnya

2.        Perusahaan belum  mencatat transaksi tertentu :
a.      Penerimaan kas melalui bank, bank kadang-kadang melakukan penerimaan kas untuk dibukukan ke dalam rekening giro perusahaan
b.      Biaya administrasi bank, bank biasanya membebankan sejumlah biaya untuk menangani transaksi-transaksi yang dilakukan pemegang giro
c.      Pendapatan bunga atau jasa giro, bank memberikan bunga atas saldo giro yang dihitung atas dasar persentase tertentu dari saldo giro rata-rata per bulan
d.      Cek kosong dari konsumen atau debitur, perusahaan sering menerima pembayaran dari para konsumen atau debitur dalam bentuk cek yang diperlakukan sama dengan uang tunai. Cek tersebut bersama-sama dengan uang tunai disetorkan tiap hari ke bank yang diterima menggunakan bank yang sama dengan bank perusahaan, maka cek bisa langsung diuangkan dan langsung dibukukan ke rekening giro perusahaan. Cek kosong adalah cek yang tidak cukup dananya (jumlah rupiah dalam cek lebih besar dari saldo giro si pemegang giro di bank pada saat ia menarik cek tersebut)
e.      Cek dikembalikan kepada penyetor karena alas an lain (bukan cek kosong), bank kadang-kadang mengembaliikan cek kepada penyetor karena alas an-alasan berikut :




1)      Rekening penarik cek telah ditutup
2)      Cek telah kedaluwarsa (cek tertentu kadang-kadang hanya dapat diuangkan dalam jangka waktu tertentu, apabila selama jangka waktu tersebut tidak diuangkan dalam jangka waktu yang telah ditentukan, apabila selama jangka waktu tersebut tdak diuangkan, maka cek menjadi tidak berlaku lagi)
3)      Tandatangan yang tercantum pada cek tidak sah
4)      Terdapat kesalahan dalam penulisan cek

3.        Bank atau perusahaan (atau kedua-duanya) telah melakukan kesalahan pencatatan

Tahap-Tahap Penyusunan Rekonsiliasi Bank

Tahap-tahap penyusunan rekonsiliasi bank adalah sebagai berikut :
1.        Mulailah dengan saldo yang tercantum dalam laporan bank dan saldo yang tercantum dalam rekening kas perusahaan (disebut juga saldo buku). Kedua angka tersebut mungkin tidak sama karena adanya perbedaan saat pembukuan dank arena sebab-sebab lain yang telah diterangkan diatas

2.       Tambahkan atau kurangkan pada saldo per bank, hal-hal yang tercantum dalam pembukuan perusahaan tetapi tidak tercantum dalam laporan bank
a.      Tambahkan setoran dalam perjalanan pada saldo per bank. Setoran dalam perjalanan dapat diketahui dengan cara membandingkan antara setoran-setoran yang tercantum dalam laporan bank dengan daftar penerimaan kas yang terdapat dalam pembukuan perusahaan. Setoran dalam perjalanan adalah setoran yang tercantum dalam pembukuan perusahaan, tetapi tidak tercantum sebagai setoran dalam laporan bank pada bulan yang bersangkutan
b.      Kurangkan cek dalam perjalanan dari saldo per bank. Cek dalam perjalanan dapat diketahui dengan cara membandingkan antara cek-cek yang diuangkan di bank seperti tercantum dalam laporan bank dengan cek-cek yang dikluarkan perusahaan seperti tercantum dalam pengeluaran kas. Cek dalam perjalanan adalah cek yang telah dikeluarkan perusahaan tetapi tidak Nampak dalam laporan bank

3.      Tambahkan atau kurangkan pada saldo per buku, hal-hal yang tercantum dalam laporan bank tetapi tidak tercatat dalam pembukuan perusahaan :
a.      Tambahkan pada saldo per buku :
1)      Penerimaan-penerimaan kas langsung melalui bank
2)      Pendapatan bunga atas saldo giro di bank.
Kedua hal tersebut akan dapat diketahui dengan cara membandingkan antara setoran-setoran yang tercantum dalam laporan bank dengan penerimaan kas yang terdapat dalam pembukuan perusahaan  
b.      Kurangkan dari saldo per buku :
1)      Biaya administrasi bank
2)      Biaya pencetakan cek
3)      Pengurangan yang telah dilakukan oleh bank lainnya (misalnya pengurangan karena adanya pengembalian cek kosong atau cek yang telah lewat waktu)
Hal-hal tersebut akan dapat diketahui dengan cara membandingkan pengurangan-pengurangan yang terdapat dalam laporan bank dengan catatan perusahaan dalam jurnal pengeluaran kas

4.      Hitunglah saldo per bank yang telah disesuaikan dan saldo per buku yang telah disesuaikan. Kedua saldo tersebut harus sama

5.      Buatlah jurnal untuk setiap hal yang terdapat pada butir 3 diatas, yaitu hal-hal yang tercantum pada sisi per buku (perusahaan) dalam rekonsiliasi bank

Contoh Pembuatan Rekonsiliasi Bank
Misalkan PT Nusantara memiliki rekening giro di Bank Niaga. Pada akhir bulan Januari PT Nusantara menerima laporan dari Bank Niaga yang telah  berisi informasi mengenai saldo awal bulan, pertambahan dan pengurangan yang telah dilakukan bank selama bulan Januari atas rekening giro PT Nusantara, dan saldo per 31 Januari adalah Rp 5.388.480,00 menurut pembukuan PT Nusantara, saldo rekening giro di Bank Niaga adalah Rp 3.294.210,00 setelah dilakukan pembandingan sesuai dengan prosedur yang telah diuraikan diatas, ditemukan hal-hal sebagai berikut :

1.      Setoran tanggal 30 Januari sebesar Rp 1.591.630,00 tidak tercantum dalam laporan bank
2.      Bank telah melakukan kesalahan pembukuan, yaitu cek yang ditarik oleh PT Antara sebesar Rp 100.000,00 (nomor cek 656) telah dikurangkan pada rekening giro PT Nusantara
3.      Lima lembar cek yang ditarik pada akhir bulan Januari dan telah dicatat dalam jurnal pengeluaran kas oleh PT Nusantara, belum dibayar oleh bank :
No. Cek
Tanggal
Jumlah

337
338
339
340
341


27 Jan
28 Jan
28 Jan
29 Jan
30 Jan


286.000,00
319.470,00
83.000,00
203.140,00
458.530,00
4.      Bank telah menerima pelunasan selembar wesel tagih milik PT Nusantara sebesar Rp 2.114.000,00 (termasuk di dalamnya pendapatan bunga sebesar Rp 214.000,00) penerimaan pelunasan wesel ini belum dicatat dalam jurnal penerimaan kas oleh PT Nusantara
5.      Laporan bank menunjukkan bahwa bank telah memberi bunga pada PT Nusantara sebesar Rp 28.010,00
6.      Cek nomor 333 sebesar Rp 150.000,00 yang dibayarkan pada PT Bromo telah dicatat dalam jurnal pengeluaran kas oleh PT Nusantara dengan jumlah Rp 510.000,00 sehingga saldo per buku menjadi terlalu rendah Rp 360.000,00
7.      Biaya administrasi bank bulan Januari adalah Rp 14.250,00
8.      Laporan bank menunjukkan adanya pengembalian cek yang tidak cukup dananya (cek kosong) sebesar Rp 52.000,00 Cek tersebut berasal dari PT Rosalina

Berdasarkan data di atas PT Nusantara menyusun laporan rekonsiliasi bank seperti terlihat pada gambar 1-6

Berdasarkan rekonsiliasi bank diatas, PT Nusantara perlu membuat jurnal penyesuaian berikut (jurnal-urnal ini diberi tanggal 31 Januari untuk mengoreksi saldo rekening kas pada tanggal tersebut) :
Jan




Jan



Jan



Jan



Jan
31




31



31



31



31
Kas
   Piutang wesel
   Pendapatan bunga
(penerimaan wesel melalui bank)

Kas
   Pendapatan bunga
(pendapatan bunga atas saldo giro)

Kas
   Utang dagang
(koreksi kesalahan cek no : 333)

Macam-macam biaya
   Kas
(biaya administrasi bank)

Piutang dagang
   Kas
(cek kosong yang dikembalikan oleh bank)
2.114.000,00




28.010,00



360.000,00



14.250,00



52.000,00

1.900.000,00
214.000,00



28.010,00



360.000,00



14.250,00



52.000,00
                                               
Gambar 1-6 Bank Rekonsiliasi
PT NUSANTARA
Laporan Rekonsiliasi Bank
31 Januari 20008
Per Bank :
Saldo 31 Jan
Tambah :
1.    Setoran dalam perjalanan 30 Jan
2.    Koreksi kesalahan bank – Cek PT Antara telah didebet ke rekening perusahaan


5.388.480,00


1.591.630,00


100.000,00
Per Buku :
Saldo 31 Jan
Tambah :
4.    Penerimaan wesel melalui bank termasuk pendapatan bunga Rp 214.000,00
5.    Pendapatan bunga bank
6.    Kesalahan pembukuan – cek nomor 333 dibukukan terlalu tinggi


3.294.210,00



2.114.000,00
28.010,00


360.000,00

7.080.110,00

5.796.220,00
Kurangi :
3.    Cek dalam perjalanan :
No. 337 . Rp 286.000,00
No. 338 . Rp 319.470,00
No. 339 . Rp   83.000,00
No. 340 . Rp 203.140,00
No. 341 . Rp 458.530,00







Kurangi :
7.    Biaya administrasi bank … Rp 14.250,00
8.    Cek kosong . Rp 52.000,00


(1.350.140,00)

(66.250,00)
Saldo per bank stl disesuaikan
5.729.970,00
Saldo per buku stl disesuaikan
5.729.970,00


Soal. 1-5

Berikut ini informasi yang berhubungan dengan kas PT Brantas pada tanggal 31 Oktober 2000.
a.     Saldo rekening kas menurut laporan bank adalah Rp 18.642.280,00
b.     Rekening kas perusahaan pada tanggal yang sama menunjukkan saldo sebesar Rp 16.469.140,00
c.     Sebuah setoran sebesar Rp 2.612.450,00 belum dicatat oleh bank sampai dengan tanggal 2 November 2000.
d.     Biaya administrasi bank sebesar Rp 11.400,00 belum dicatat oleh perusahaan
e.     Sebuah cek yang diterima dari Tuan Arjuna (seorang pelanggan) senilai Rp 319.000.00,00 dan sudah disetor oleh perusahaan, dikembalikan oleh bank karena tidak ada dananya.
f.     Cek yang ditarik dan belum diuangkan ke bank sampai tanggal 31 Oktober 2000 adalah :
       Cek nomor 234                        Rp        320.180,00
       Cek nomor 345                                    617.240,00
       Cek nomor 456                                    455.000,00
       Cek nomor 567                                    964.570,00    

g.     Cek nomor 553 senilai Rp 178.000,00 keliru dicatat dalam pembukuan perusahaan sebesar Rp 187.000,00 Cek ini digunakan untuk membayar biaya reparasi peralatan kantor.
h.     Bank telah menagihkan piutang wesel sebesar Rp 3.100.000,00 termasuk di dalamnya biaya bunga sebesar Rp 100.000,00,- Transaksi ini belum dicatat oleh perusahaan.
i.      Bank keliru membebankan cek PT Berantas ke rekening Pt Brantas sebesar Rp 350.000,00

Diminta :
1.   Buatlah rekonsiliasi bank tanggal 31 Oktober 2000 !
2.  Buatlah jurnal yang diperlukan !





















Soal 1-8

Berikut ini informasi untuk penyusunan rekonsiliasi bank PT Barito tanggal 30 April 2000.
a.     Saldo rekening kas perusahaan berjumlah Rp 1.974.400,00
b.     Saldo kas menurut laporan bank berjumlah Rp 2.184.200,.00
c.     Cek-cek yang ditarik namun belum diuangkan sampai dengan tanggal 30 April 2000 adalah :
       Nomor 357      Rp    15.300,00
       Nomor 364            192.800,00
       Nomor 369            451.600,00
d.     Setoran sebesar Rp 510.000,00 belum nampak dalam laporan bank.
e.     Bank membebani rekening perusahaan dengan biaya administrasi bank sebesar Rp 11.200,00 Transaksi ini belum dicatat oleh perusahaan.
f.     Cek yang ditarik untuk CV Utomo sebesar Rp 831.200,00 keliru dicatat oleh petugas pembukuan perusahaan sebesar Rp 813.200,00
g.     Pada tanggal 29 April, seorang pelanggan meminta kembali cek yang telah dibayarkan kepada perusahaan pada tanggal 28 April. Cek senilai Rp 77.700,00 ini sudah disetorkan ke bank dan dicatat pada tanggal 28 April. (diperlakukan seperti cek kosong )
h.     Bank telah mengalihkan piutang wesel perusahaan senilai Rp 175.000,00 Transaksi ini belum dicatat oelh perusahaan.
i.      Laporan bank menunjukkan pengurangan sebesar Rp 88.800,00 untuk cek nomor 360 yang bernilai Rp 80.800,00

Diminta :
1.   Buatlah rekonsiliasi bank tanggal 30 April 2000
2.  Buatlah jurnal yang diperlukan !

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar